upi.edu

Peningkatan Kapasitas Ruang Terbuka Hijau bagi Masyarakat di Kawasan Bandung Utara melalui kegiatan PkM Pengembangan Desa Binaan yang dibiayai oleh RKAT Program Studi Teknik Sipil 2021

December 9, 2021

Undang-undang No. 26 tahun 2007 tentang penataan ruang menyebutkan bahwa 30% wilayah kota harus berupa RTH yang terdiri dari 20% publik dan 10% privat. RTH publik adalah RTH yang dimiliki dan dikelola oleh pemerintah daerah kota/kabupaten yang digunakan untuk kepentingan masyarakat secara umum. Contoh RTH Publik adalah taman kota, hutan kota, sabuk hijau (green belt), RTH di sekitar sungai, pemakaman, dan rel kereta api. Sedangkan RTH Privat adalah RTH milik institusi tertentu atau orang perseorangan yang pemanfaatannya untuk kalangan terbatas antara lain berupa kebun atau halaman rumah/gedung milik masyarakat/swasta yang ditanami tumbuhan.

Dosen dari Program Studi Teknik Sipil yang terdiri dari Dr. Ir. Drs. H. Iskandar MudaP, MT, Drs. Rakhmat Yusuf, MT, Dr. Rina Marina Masri, MP, Drs. Odih Supratman, MT, Dewi Yustiarini, ST,MT, Mardiani, S.Pd, M.Eng dan Irma Widianingsih, S.Pd, M.Pd telah melaksanakan kegiata PkM pengembangan desa binaaan kepada masyarakat yang berada di sekitar kawasan Bandung Utara tepatnya di sekitar pesantren Ulul Albab Bojongkoneng.

Program PkM Desa Binaan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa peduli masyarakat agar terbangun pemahaman terhadap kebutuhan kawasan ruang terbuka hijau di sekitar Kawasan Bandung Utara yang notabene sebagai daerah resapan air. RTH yang telah ada baik secara alami ataupun buatan diharapkan dapat menjalankan empat (4) fungsi, yaitu : 1) fungsi ekologis antara lain : paru-paru kota, pengatur iklim mikro, sebagai peneduh, produsen oksigen, penyerap air hujan, penyedia habitas satwa, penyerap polutan dalam udara, air dan tanah, serta penahan angina, 2) fungsi sosial budaya antara lain : menggambarkkan ekspresi budaya lokal, media komunikasi, dan tempat rekreasi warga, 3) fungsi ekonomi antara lain sebagai sumber produk yang bisa dijual seperti tanaman bunga, buah, daun, dan sayur mayur. Beberapa juga berfungsi sebagai bagian dari usaha pertanian, perkebunan, kehutanan, dan 4) fungsi estetika antara lain meningkatkan kenyamanan, memperindah lingkungan kota baik skala mikro (halaman rumah/lingkungan pemukiman), maupun makro (lansekap kota secara keseluruhan); menciptakan suasana serasi dan seimbang antara area terbangun dan tidak terbangun.

Hasil yang dicapai pada kegiatan PkM Desa Binaan tentang Ruang Terbuka Hijau berhasil dengan baik meningkatkan tingkat pemahaman, mengubah sikap berupa kepedulian terhadap rancangan RTH. Dengan adanya kegiatan PkM Desa Binaan ini diharapkan peraturan dan perundangan terkait dengan RTH yang sudah ada mulai diimplementasikan secara bertahap agar dapat terwujud suatu pembangunan berkelanjutan.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *